Selasa, 11 Oktober 2016

http://imma-irma.blogspot.com

Pedis-pedis enak
Musim hujan sudah tiba, musim segala rindu telah menyapa. Hujan identik dengan banjir, longsor ataupun macet tetapi hujan tak pernah terdustakan kehadirannya sebab selalu ada kenangan yang lebur dalm rinainya...

Malam makin hening pintu-pitu anak kos kosan di sini satu persatu mulai tertutup rapat, ada yang lampunya masih nyala adapula yang sudah gelap entah apa yang mereka lakukan,  mungkin saja hujan telah mengusik mereka dengan kenangannya barangkali? atau hujan menantang mereka beradu diperaduan dengan menuntaskan dingin dibalik selimut?  Aku selalu percaya akan ada kenangan dibalik hujan yang mengalun cukup lama.

Saya memilih duduk diruang tamu sembari membuka kecil jendela agar kulihat jelas betapa damainya gemercik hujan di malam hari, sesekali rinaiya mencolekku dengan lembut, kecupan angin yang sepoi menambah gairah agar aku tetap di sini, bernostlgia dengan hujan. Hujan paling nyaman disuguhi dengan gorengan ataupun sarabba tapi apadaya tinggal saya sendiri diruang yg hening ini, inisiatif mulai mengocek kampung tengah ( perut) merengek diseduhkan sesuatu yang tepat dengan suasan hening dan dingin.
Sebagai anak kos-kos’an apa sih yang paling instan kalau bukan INTER ( INDOMIE TELUR) makanan ini sepertinya makanan yang paling praktis dan satu lagi murah meriah, 75 % anak kos- kosa”an selalu memiliki stok indomie dan telur, tak butuh waktu lama segera menuju dapur menyelesaikan khayalan yanag hampir bikin ngiler. Cabe rawit 15 biji mungkin menyediakan rasanya tersendiri, jeruk nipis dengan rasa yang kecut tetapi selalu menggugah selera dan yang pasti Indomie.

                                                                                 Photos by Egisatria at warawiri.wordpress.c

Tak butuh waktu berjam jam khayalanpun jadi nyata semangkuk indomi telur dengan warna warni cabe rawit terpampang di atas mie yang siap dilahap, hmmm baru ingin memulai satu persatu tetangga kamar pada berhamburan menuju ruang tamu, oh rupanya mereka belum tidur, salah satu dari mereka dengan senyum kacci” hmmm harumnya sampai di kamar, apalahdaya terpakasa kupasrahkan diriku mencicipinya” sambil menyeduh kuahnya yang perlahan mulai mengental...


ah kalau begitu mari kita nikmati semangkuk indomie ini bersama sama, biarkan hujan pelengkap malam ini. Rupanya mereka ketagihan, katanya ada yang lain dari semangkuk indomi malam ini, rasanya yang sedikit kecut, pedis tetap menyediakan sisi lembutnya, pedis- pedis enak katanya.. hahahah tawa kamipun  menggelegar merombak sunyi dalam pelukan hujan.

3 komentar:

  1. Awalnya bikin fiktor... ternyata intel to.... ceritanya anak kos kosan banget

    BalasHapus
  2. Keren diksinya mbak Irma syukur,kita seakan terbawa dalam suasana reubnya saat membaca cerita ini. tetapp berkaryaa.

    BalasHapus
  3. Makasih 😊😊sering" mampir yaa😍

    BalasHapus