Senin, 10 Oktober 2016

http://imma-irma.blogspot.com/2016/10/immairma-blogspotcoid-bundala.html?spref=f

                                                                                      BUNDALA
Sabtu sore dengan dentingan rinai-rinai hujan mengalun begitu syahdu, aku seperti dininabobokan sampai lupa jam menunjukkan pukul 18.30 rupanya saya sudah meng iyakan malam ini untuk hadir di kegiatan teman-teman PA(Pecandu Aksara), bukanji tawwa pecandu miras nah, hehhehe..sungguh malam ini begitu berat, rasa malas penguasa namun disisi lain, telah kusepakati jauh hari dengan teman-teman. " ayolah neng manis, belajarlah untuk menepati janji" hahhahah gumamku untuk menyemangati diri sendiri.

Sebelum bergegas, kupastikan telebih dahulu membuka group di line, apa benar teman-teman sudah di sana, biasanya hujan- hhujan begini sifat malas pada adem membuntuti sifat manusia. what? mata tertuju pada info om Fahri sang pengendali group dan andalan di komunitas PA( Pecandu Aksara)
" teman-teman segera merapat di cafe Aldina, beberapa teman sudah hadir dan pemateripun sudah tiba di tempat".  jiahhh keren juga ini pemateri, baru kali ini saya mengikuti kegiatan pemateri tepat waktu, apalagi ini musim hujan loh, wahh bolelah. 

Sesegera mungkin kuselesaikan jejakku di peraduan,semangatku membombastis untuk segera merapat di cafe Aldina, jujur saja hal yang pertama untuk ke sana bukan karena ingin menjadi pendengar setia dari tema kegiatan teman-teman kali ini" How To Write Creative Content Blog with OPPA LEBUG" membacanya saja saya sudah pusing, kenapa sih harus ala ala English? Bahasa Indonesia juga bisa kali, hehehe tapi mungkin lebih kekinian kalau menggunakan Bahasa inggris  kali yahh. tapi yang menarik perhatian saya nama dari pemater ini, "OPPA LEBUG" . Oppa dalam bahasa korea " kakak" kalau " LEBUG" saya terjemahkan  sendiri dalam bahasa bugis tapi huruf G dihilangkan artinya BUNDAR jadi kalau disambung kakak bundar heheheh.

Saya sepakat menamainya kakak Bundar,unik yaa? kusegerakan melajukan kimchi dengan sedikit Rossi agar tidak terlambat, meretas hujan ditelanjangi dingin sungguh perjuangan yang cukup romantis. pukul 19.30 saya sudah tiba di tempat ternyata melaju seperti Rossi sayapun sudah terlambat, acaranya sudah dimulai, nampak dari luar seorang lelaki buncit berdiri sesekali kulihat bibirnya yang sedikt tebal berkomat kamit.. hehehhe 

Sebelum masuk di cafe bergabung bersama teman yang lain kupandangi kostumku, kayaknya saya yg paling Cummala. Kata Cummala biasanya identik digunakan orang Makassar yang artinya Jelek" karena tidak PD( percaya diri) tapi lebih keren kalau disingkat..hhahaha, tak menunggu lagi, saya hubungi Adalan di komunitas Pecandu Aksara" untuk menjemput diluar,, tak cukup beberapa menit om Fahri sudah keluar dan menuntun saya masuk bergabung dengan yang lain.

Tiada diksi seindah suguhan senyuman Kakak Bundar ini ( OPPA LEBUG), diringi dengan melodi dentingan hujan sungguh saya terpesona, bukan rupanya yang membuat saya terpesona kulihat keramahan di bola mata yang tidak bolla juga tidak sipit. sepasang mataku tak berkedip memandanginya, ajepp ini Kakak satu, style sederhana tapi jenius, salut dah. saya belum lebih jauh mendengarkan bincang-bincang dari kaka bundar ini tapi kejeniusannya sudah nampak dari tutur katanya.

Blogging Class ( kelas Blog) cie pintarma tawwa Bahasa Inggris bisama terjemahkan we, hehehe padahal adaji tawwa ngikut terjemahannya, ya sudalah kita lupakan soal diriku yang nyaris tidak tahu Bahasa Inggris.  kulihat teman-teman pada serius menyimak materi kaka Bundar ( OPPA LEBUG) tetapi saya asik memperhatikan kostum yang kaka Bundar
( OPPA lEBUG) yang iya kenakan malam itu,  rambut gimbal, Bap rasta, kemeja kotak-kotak tapi nampaknya sudah lusuh ditambah perut sdikit buncit dengan sepasang gelang yang cukup menarik perhatianku, witz keren sederhana tapi menawan, tapi yang paling menawan jari jari tangan  Kakak Bundar ( OPPA LEBUG) gemulainya, lentiknya dan kukunya yang bersih menunjukkan dia orang yang bersih. 

kakak Bundar (OPPA LEBUG) saya tidak bercitra banyak tentang beliau sebab pas perkenalan saya terlamabat. suasana makin syahdu diselingi gelitikan kaka Bundar dan teman-teman, teryata tak ada usaha yang menghianati hasil, Alauddin - Perintis, hujan deras membuahkan hasil bertemu dengan orang-orang baru, mendapatkan ilmu yang bermanfaat. kehadiran Kaka Bundar ( OPPA Lebug ) malam itu kembali membangungkan ide yang selam ini hanya sekedar khayalan. 

Terimakasih  Kakak Bundar ( OPPA LEBUG)  berkenan berbagi ilmu bersama kami teman-teman PA(Pecandu Aksara) semoga dilain waktu kita dipertemukan kembali, dan itu telah kuultimatumkan dalam diriku, aku harus menemuimu kembali. Maafkan andikmu jika lancang menamaimu Kaka Bundar, hehehe



Tidak ada komentar:

Posting Komentar