Kamis, 20 Oktober 2016

http://imma-irma.blogspot.com/2016/10/puncakbukan-untuk-aku-bersama-kalian.html


Puncak bukan untuk aku bersama kalian

Hampir sebulan rencan ini sudah disusun matang-matang oleh teman-teman seangkatan, mungkin saja rindu tak cukup menuntaskan kebersamaan kami 4 tahun selama kuliah. Heheheheh.  Rindu memang tak pernah berakhir  seperti kisah dua sejoli teman semasa kuliah, sebut saja namanya Dania wanita yang pernah menitipkan kasih kepada lelaki teman kuliahnya hanya saja mereka berbeda jurusan, mereka saling mengenal ketika masih maba (mahasiswa baru), mungkin saja ini dibilang cinta monyet, hanya saja hubungan mereka tak bertahan lama dan berawal dari kisah yang berakhir, berawalpula mereka tak pernah bertutur sapa.

Apa sebenarnya yang salah dari Cinta? Menjalin kasih, saling menyanyangi dan ketika putus rasa itu berbanding terbalik seperti musuh bebuyutan, 3 tahun mereka tak pernah saling menegur dan hari ini mereka  kembali dipertemukan disuatu tempat di mana mereka pernah mengadu kasih. Tak ada sepatah kata yang  terungkap dari bibir sepasang sejoli ini, semua tiba-tiba hening, kata yang sudah dirangkai 3 tahun lalu rupanya  ambruk ketika sepasang bola mata bertatapan tanpa kedipan, ternyata sepasang sejoli ini masih menyisihkan rindu meskipun keduanya sudah memiliki pasangan masing-masing, siapa yang bisa mengelak dari perasaan dan itu manusiawi. Mungkin saja kedatangan mereka di tempat yang pernah terukir kisah kembali ingin menuntaskan rindu.

 Ahh sudahlah kita lupakan saja sepasang sejoli ini,biarkan mereka mengadu rindu seperti kita yang segera menuntaskan rindu dipuncak bulsar, kembali kerencana teman-teman angkatan yang ingin melakukan reunian atau temu kangen di puncak Bulussaraung (BULSAR). Melihat info di group “yang ingin bergabung supaya ikut ngopi besok di warkop Bundu.  Sejenak saya senyum-senyum sendiri sesekali kembali membaca pesan teman-teman, ide yang cukup menarik lain dari yang lain biasanyakan reunian di kafe-kafe tapi ikali ini berbeda dan malam itupun saya berjanji untuk ikut direunian kali ini, ada tantangan tersendiri mendaki sekaligus reunian, suatu kesatuan yang sangat unik.

 tak cukup waktu lama, saya segera membalas pesan digroup menyatakan kesiapan ikut tanpa pikir panjang,dan itu disambut baik oleh teman-teman. Tak sabar menunggu esok untuk segera berkumpul membahas reunian kali ini dan yang pastinya ngopi bareng mereka. Keesokan harinya jam menunjukkan pukul 10.30 saya segera melajukan kimchi dengan manis tak cukup watu 15 menit saya sudah tiba diwarkop bundu, rupanya teman-teman sudah datang duluan, kulihat dari kejauhan lelaki dengan fisik sedit tipis meneguk dengan lihai kopi yang sudah disuguhkan, wajahnya mulai sedikit asing maklum setahun kami baru bertemu lagi dan kutemukan sapaan senyuman manis yang tidak pernah berubah dari dulu, sebut saja namanya Fikri, postur tubuhnya seperti model, bentuk rupanya yang cukup menawan di tambah ginsulnya memperindah rupanya ketika senyum, alhasil dia menyandang gelar palayboy semasa kami kuliah.

“hallo bebb”( itu panggilan kesayangan kami)

“ hallo bebb” (serentak mereka menyapaku, hehhehe kompak yaa)

Ada kedamaian sendiri ngopi bareng mereka, dan ternyata kekonyolannya tak berubah membawa domino kemana-mana.

“ pesan apaki beb? Tawaran dari salah satu lelaki andalan, sebut saja bang Zaenap, saya lebih senang memanggilnya abang, postur tubuh yang sedikit dibawah rata-rata tapi keramahannya dan cara memperlakukan sahabat perempuannya dengan penuh cinta membuat saya lupa kalau si abang ini ternyata lebih pendek dari saya, hehhehe. Yang unik dari pertemuan kali ini, hanya saya sendiri yang paling cantik dikelilingi 7 lelaki andalan, suatu kebahagiaan memiliki sahabat seperti mereka.

“kita berangkkat setelah shalat jumat, semua peralatan sudah siap, dan yang fiks ikut 15 lelaki dan 3 perempuan “ (  kata bang Zaenap dengan gagahnya)

Insha Allah bebb, siap (sekali lag kujawaba tanpa pikir panjang)

Entah angin apa yang mencumbuiku sampai saya selalu mejawab iya. Pertemuan kami hari itu tak berlangsung lama, kamipun berpisah dan kembali ketempat masing-masing berhubung lusa kita akan berangkat,  dan butuh istirahat.

 Minus sehari kembali teman laki-laki menanyakan kesiapan untuk keberangkatan besok. Saya seperti bisu dadakan tak ada kata yang bisa kulontarka ada dentuman di dada menjanggal, ada janji yang telah kuingkari, ada kecewa yang segera mungkin kudapati, tapi saya harus memberi tahu mereka kalau saya tidak bisa ikut.

“ maaf, beribu maaf teman-teman rupanya Tuhan belum mengijinkan kita bersama dipuncak, mengingat kondisi fisik yang tak memungkingkan berhubung masih dalam proses penyembuhan, dan mendaki butuh tenaga ekstra, saya tidak ingin membebani kalian”
Dan yang kubayangkan ternyata ada kecewa yang segera kutemui itu benar.

“ dehh.. kenapaki tidak bisa ikut? usahakan bebb persiapan sudah matang apalah artinya tanpa kamu” ( balasan dari salah satu teman seangkatanku)

“ masalah fisik, saya siap jagaiki kecuali nyawata, ikutmaki! ( dan kali ini pesan saya dibalas dari salah satu lelaki yang jarang kudengar suaranya)

Terharu dan merasa bersalah rupanya mereka begitu menyanyangiku tapi saya tidak boleh egois hanya karena janji yang harus kutunaikan banyak yang kukorbankan termasuk kesenangan mereka saat proses tiba di puncak. Bukankah dalam berjanji kita boleh mengingkari jika memiliki alasan yang logis. Sungguh tak pernah ingin kuhadiakan janji palsu hanya saja ragaku tak mampu menjelaskan kata demi kata.
Tenang sahabat, janji yang kuingkari ini segera mungkin akan kutebus meskipun bukan dipuncak, bersabarlah! Selamat mendaki teman-teman andalan selamat sampai di puncak!



Minggu, 16 Oktober 2016

http://imma-irma.blogspot.co.id/2016/10/httpimma-irmablogspotcom.html

Masa Bodoh
Maafkan kisahku jika pada akhirnya aku mendua, sungguh sepetinya aku telah kalah dan jalan satu-satunya aku mengikuti koridor yang sebenarnya agar tetap mencintaimu, kamu, dia dan mereka. Apa sih yang enak ketika sang penguasa memilih kita sebagai jagoan menaklukkan sakit? Pada umumnya manusia akan lebih mengeluh, mencaci ataupun lebih berserah diri, maafkan aku jika sok tahu.

Episode kali ini, giliran aku wanita terpilh menaklukkan penyakit ini, mungkin saja ini penyakit biasa dan tidak usah berlebihan, dan itu pernah kulakukan 3 tahun yang lalu, masa bodoh. Penyakit ini sebelumnya pernah mengunjungiku tetapi aku berusaha tak menemuinya sampai akhirnya diam-diam  menunggu titik kelemahanku dan hari ini aku nyatakan K.O.

Penyakit maag, identik dengan anak kos-kosan yang notabene jarang sarapan, sekali makan langsung lahap INTER atau lebih dikenal indomie telur, bukannya malas, indomie lebih praktis disajikan dan yang satunya murah meriah untuk kalangan anak kos- kosan.  Bukan hanya indomie saja penyebab penyakit maag, apalagi kalau bukan makanan pedis, bersantan, berminyak,kecut dan masih banyak lagi. Penyakit ini sungguh manja. Jangan salah ternyata penyakit ini cukup ganas ketika kita berusaha melawannya dengan tetap menyuguhkan sesajen pantangannya.
Malam hampir usai rupanya perut bagian ulu hati sudah mulai mengeluh dan itu kurasakan sejak 3 hari yang lalu tetapi dasarnya aku yang masa bodoh pura-pura mengalihkan dengan tetap menikmati semangkuk mie instan dan dileburkan 10 biji cabe rawit dengan iringan dentingan hujan, sungguh enaka bukan? Membanyangkannya saja aku sudah ngiler alhasil aku melambaikan tangan ke kamera sembari menangis karena merasa kalah dengan penyakit ini.

Lelaki yang kusebut kace keceku sudah tidak tahan melihat kesakitanku, setiap mencoba makan  tak butuh waktu lama semua yang tertelan kembali dimuntahkan, sungguh kejam isi segala perut kali ini. Dia memcoba membujukku untuk segera mungkin di bawa ke rumah sakit ditemani salah satu perempuanku yang kusebut mangkunrai silessurekku( saudara perempuanku) namanya Fitri. Awalnya aku tetap kekeh untuk tidak mengunjungi rumah yang dikelilingi dengan orang-orang sakit yang disampingnya dengan setia setiap cairan tergantung disampingnya sebagai penopang dengan penuh harap sesegera mungkin keluar dari tempat itu.

Siap sih yang ingin bermalam di rumah sakit dengan status pasien?  Menjadi wanita gemulai yang kerjaanya, tidur, menunggu sarapan, obat-obatan dan diagnosa dan adapun yang takdirnya kembali kepenciptanya di rumah sakit.  Mengerikkan ! Sakitnya makin menjadi, aku tak ingin mati muda tetapi bukankah ajal sudah ditentukan? Lalu apa yang harus aku takutkan! Ah benar adanya aku benar-benar sudah K.O dan merekapun mebawaku ke rumah sakit terdekat.
Tidak cukup 15 menit aku sudah tiba di UGD, perasaan yang sudah lemas efek tidak makan ditambah uluh hati yang makin menjadi- jadi menjadikan aku wanita manja( jabe) malam itu, ini bukan drama ataupun FTV yang ketika sakit seorang pangeran datang menggengam tanganya sembari mempersembahkan sajak-sajak cintanya agar kekasihnya kuat. Bukannya disayang-sayang dokter malah memarahiku habis-habisan, badanya yang sedikit berisi,kulitnya yang putih ditambah matanya yang sipit, tetapi tetap cantik.

“ siapa yang tinggal dengan dia” ( kata dokter)
“ saya dok, kakaknya” ( kakak kece)
“terakhir dia makan apa? ( kembali dokter itu bertanya dengan suara lantang)
“ sarabba sama gorengan”

Kembali kakak kece menjawab pertanyaan dokter itu dengan suara sedikit lebih pelan. Pantas saja dia kesakitan seperti itu, sebelumnya sudah ada riwayat penyakit maag?  Kali ini dia bertanya kepadaku, tanpa pikir panjang kujawab “ iya dok”. Belum selesai penggalan nafasku menjawab pertanyaanya spontan saja dokter itu memarahiku, “ sudah sering kali saya menemui pasien keras kepala seperti ini, dijelaskan jangan makan ini, itu tetap saja dihantam, katanya sekali-kali tidak apa-apa, giliran kembali sakit mengeluh. Seharusnya kamu tidak usah menangis nikmati saja toh kamu yang mau kan, biar diarawat berpulu-puluh hari kalau kamu keras kepala, tidak ada gunanya!

Suaranya menggelegar, tidak tahu apa bu dokter saya datang ke sini mau berobat bukan dimarahi    (gumamku dalam hati) aku hanya menganggukkan kepala ketika dia bertanya. “ Malam ini kamu tidak usah dirawat, saya hanya kasih obat untuk menghilangkan rasa mual dan perih dilambungmu tetapi besok pagi-pagi kamu harus kembali ke sini cek-up, ini obatnya diminum 15 menit sebelum makan ( volume suaranya sedikit sudah lebih pelan) dan menyerahkan obat itu kepada kakak kece

Aku kira petuah bu dokter ini sudah selesai ternyata dia masih menyuruhku berbaring sambil mendengar petuah selanjutnya.” Tatap mata saya, kamu mau sembuh kan? Iya dok( dengan nada sedikit jengkel, siapa sih tidak mau sembuh), bagus kalau begitu kamu dengar baik- baik untuk beberapa minggu ke depan kamu hanya boleh makan bubur tapi tidak bersantan, telur rebus dan harus banyak ngemil tapi jangan roti, cari biskuat atau semacam gabing, sekali lagi ku iyakan ptuah bu dokter ini.
Fikirku saya boleh pulang teryata masih berlanjut petuahnya “ dan ada beberapa makanan yang harus kamu hindari dulu, kasihan lambungmu, maag kamu sudah akut, kalau kamu tidak menyadari lama kelamaan kamu akan muntah darah itu efek lambungmu sudah luka, yang pertama kamu tidak boleh makan pedis, indomie, gorengan semacam apapun itu roti, sarabba, kecut dan bersantan. Kamu sebisa mungkin hindari makanan sejenis itu kalau kamu ingin sembuh kecuali tetap mau begitu silakan! Mohon maaf sebelumnya kalau saya memarahi kamu, ini semua kebaikan kamu, cobalah fikir kamu yang sakit berapa banyak waktumu terbuang, berapa banyak orang yang khawatir dan menyusahkan mereka, yah itu saja sekali maaf kalau suaraku sedikit keras, hehhehe

Rasa jengkelpun hilang mendengar diakhir petuah bu dokter ini meminta maaf karena sedikit keras,  dan akupun paham ini semua demi kebaikan aku. Sebelum kembali ke rumah aku telah berjanji dengan diriku sendiri untuk mengalahkan egoku dengan beralih makan bubur untuk beberapa minggu ke depan dan rutin minum obat agar aku tak menyusahkan orang lebih banyak. Terimakasih untuk lelaki yang setia menemaniku dan perempuan yang selalu ada disaat saya butuh, maafkan menyusahkan kalian
.
Jangan sepelekan penyakit maag  yang kamu anggap biasa-biasa saja karena pada akhirnya dampaknya akan membuat kamu menjadi seorang yang manja dengan berbelas kesembuhan dari tim medis dan terutama sang penguasa di atas segalanya.




Selasa, 11 Oktober 2016

http://imma-irma.blogspot.com

Pedis-pedis enak
Musim hujan sudah tiba, musim segala rindu telah menyapa. Hujan identik dengan banjir, longsor ataupun macet tetapi hujan tak pernah terdustakan kehadirannya sebab selalu ada kenangan yang lebur dalm rinainya...

Malam makin hening pintu-pitu anak kos kosan di sini satu persatu mulai tertutup rapat, ada yang lampunya masih nyala adapula yang sudah gelap entah apa yang mereka lakukan,  mungkin saja hujan telah mengusik mereka dengan kenangannya barangkali? atau hujan menantang mereka beradu diperaduan dengan menuntaskan dingin dibalik selimut?  Aku selalu percaya akan ada kenangan dibalik hujan yang mengalun cukup lama.

Saya memilih duduk diruang tamu sembari membuka kecil jendela agar kulihat jelas betapa damainya gemercik hujan di malam hari, sesekali rinaiya mencolekku dengan lembut, kecupan angin yang sepoi menambah gairah agar aku tetap di sini, bernostlgia dengan hujan. Hujan paling nyaman disuguhi dengan gorengan ataupun sarabba tapi apadaya tinggal saya sendiri diruang yg hening ini, inisiatif mulai mengocek kampung tengah ( perut) merengek diseduhkan sesuatu yang tepat dengan suasan hening dan dingin.
Sebagai anak kos-kos’an apa sih yang paling instan kalau bukan INTER ( INDOMIE TELUR) makanan ini sepertinya makanan yang paling praktis dan satu lagi murah meriah, 75 % anak kos- kosa”an selalu memiliki stok indomie dan telur, tak butuh waktu lama segera menuju dapur menyelesaikan khayalan yanag hampir bikin ngiler. Cabe rawit 15 biji mungkin menyediakan rasanya tersendiri, jeruk nipis dengan rasa yang kecut tetapi selalu menggugah selera dan yang pasti Indomie.

                                                                                 Photos by Egisatria at warawiri.wordpress.c

Tak butuh waktu berjam jam khayalanpun jadi nyata semangkuk indomi telur dengan warna warni cabe rawit terpampang di atas mie yang siap dilahap, hmmm baru ingin memulai satu persatu tetangga kamar pada berhamburan menuju ruang tamu, oh rupanya mereka belum tidur, salah satu dari mereka dengan senyum kacci” hmmm harumnya sampai di kamar, apalahdaya terpakasa kupasrahkan diriku mencicipinya” sambil menyeduh kuahnya yang perlahan mulai mengental...


ah kalau begitu mari kita nikmati semangkuk indomie ini bersama sama, biarkan hujan pelengkap malam ini. Rupanya mereka ketagihan, katanya ada yang lain dari semangkuk indomi malam ini, rasanya yang sedikit kecut, pedis tetap menyediakan sisi lembutnya, pedis- pedis enak katanya.. hahahah tawa kamipun  menggelegar merombak sunyi dalam pelukan hujan.

Senin, 10 Oktober 2016

http://imma-irma.blogspot.com/2016/10/immairma-blogspotcoid-bundala.html?spref=f

                                                                                      BUNDALA
Sabtu sore dengan dentingan rinai-rinai hujan mengalun begitu syahdu, aku seperti dininabobokan sampai lupa jam menunjukkan pukul 18.30 rupanya saya sudah meng iyakan malam ini untuk hadir di kegiatan teman-teman PA(Pecandu Aksara), bukanji tawwa pecandu miras nah, hehhehe..sungguh malam ini begitu berat, rasa malas penguasa namun disisi lain, telah kusepakati jauh hari dengan teman-teman. " ayolah neng manis, belajarlah untuk menepati janji" hahhahah gumamku untuk menyemangati diri sendiri.

Sebelum bergegas, kupastikan telebih dahulu membuka group di line, apa benar teman-teman sudah di sana, biasanya hujan- hhujan begini sifat malas pada adem membuntuti sifat manusia. what? mata tertuju pada info om Fahri sang pengendali group dan andalan di komunitas PA( Pecandu Aksara)
" teman-teman segera merapat di cafe Aldina, beberapa teman sudah hadir dan pemateripun sudah tiba di tempat".  jiahhh keren juga ini pemateri, baru kali ini saya mengikuti kegiatan pemateri tepat waktu, apalagi ini musim hujan loh, wahh bolelah. 

Sesegera mungkin kuselesaikan jejakku di peraduan,semangatku membombastis untuk segera merapat di cafe Aldina, jujur saja hal yang pertama untuk ke sana bukan karena ingin menjadi pendengar setia dari tema kegiatan teman-teman kali ini" How To Write Creative Content Blog with OPPA LEBUG" membacanya saja saya sudah pusing, kenapa sih harus ala ala English? Bahasa Indonesia juga bisa kali, hehehe tapi mungkin lebih kekinian kalau menggunakan Bahasa inggris  kali yahh. tapi yang menarik perhatian saya nama dari pemater ini, "OPPA LEBUG" . Oppa dalam bahasa korea " kakak" kalau " LEBUG" saya terjemahkan  sendiri dalam bahasa bugis tapi huruf G dihilangkan artinya BUNDAR jadi kalau disambung kakak bundar heheheh.

Saya sepakat menamainya kakak Bundar,unik yaa? kusegerakan melajukan kimchi dengan sedikit Rossi agar tidak terlambat, meretas hujan ditelanjangi dingin sungguh perjuangan yang cukup romantis. pukul 19.30 saya sudah tiba di tempat ternyata melaju seperti Rossi sayapun sudah terlambat, acaranya sudah dimulai, nampak dari luar seorang lelaki buncit berdiri sesekali kulihat bibirnya yang sedikt tebal berkomat kamit.. hehehhe 

Sebelum masuk di cafe bergabung bersama teman yang lain kupandangi kostumku, kayaknya saya yg paling Cummala. Kata Cummala biasanya identik digunakan orang Makassar yang artinya Jelek" karena tidak PD( percaya diri) tapi lebih keren kalau disingkat..hhahaha, tak menunggu lagi, saya hubungi Adalan di komunitas Pecandu Aksara" untuk menjemput diluar,, tak cukup beberapa menit om Fahri sudah keluar dan menuntun saya masuk bergabung dengan yang lain.

Tiada diksi seindah suguhan senyuman Kakak Bundar ini ( OPPA LEBUG), diringi dengan melodi dentingan hujan sungguh saya terpesona, bukan rupanya yang membuat saya terpesona kulihat keramahan di bola mata yang tidak bolla juga tidak sipit. sepasang mataku tak berkedip memandanginya, ajepp ini Kakak satu, style sederhana tapi jenius, salut dah. saya belum lebih jauh mendengarkan bincang-bincang dari kaka bundar ini tapi kejeniusannya sudah nampak dari tutur katanya.

Blogging Class ( kelas Blog) cie pintarma tawwa Bahasa Inggris bisama terjemahkan we, hehehe padahal adaji tawwa ngikut terjemahannya, ya sudalah kita lupakan soal diriku yang nyaris tidak tahu Bahasa Inggris.  kulihat teman-teman pada serius menyimak materi kaka Bundar ( OPPA LEBUG) tetapi saya asik memperhatikan kostum yang kaka Bundar
( OPPA lEBUG) yang iya kenakan malam itu,  rambut gimbal, Bap rasta, kemeja kotak-kotak tapi nampaknya sudah lusuh ditambah perut sdikit buncit dengan sepasang gelang yang cukup menarik perhatianku, witz keren sederhana tapi menawan, tapi yang paling menawan jari jari tangan  Kakak Bundar ( OPPA LEBUG) gemulainya, lentiknya dan kukunya yang bersih menunjukkan dia orang yang bersih. 

kakak Bundar (OPPA LEBUG) saya tidak bercitra banyak tentang beliau sebab pas perkenalan saya terlamabat. suasana makin syahdu diselingi gelitikan kaka Bundar dan teman-teman, teryata tak ada usaha yang menghianati hasil, Alauddin - Perintis, hujan deras membuahkan hasil bertemu dengan orang-orang baru, mendapatkan ilmu yang bermanfaat. kehadiran Kaka Bundar ( OPPA Lebug ) malam itu kembali membangungkan ide yang selam ini hanya sekedar khayalan. 

Terimakasih  Kakak Bundar ( OPPA LEBUG)  berkenan berbagi ilmu bersama kami teman-teman PA(Pecandu Aksara) semoga dilain waktu kita dipertemukan kembali, dan itu telah kuultimatumkan dalam diriku, aku harus menemuimu kembali. Maafkan andikmu jika lancang menamaimu Kaka Bundar, hehehe



http://imma-irma.blogspot.com/2016/10/immairma-blogspotcoid-bundala.html?spref=f

                                                                                      BUNDALA
Sabtu sore dengan dentingan rinai-rinai hujan mengalun begitu syahdu, aku seperti dininabobokan sampai lupa jam menunjukkan pukul 18.30 rupanya saya sudah meng iyakan malam ini untuk hadir di kegiatan teman-teman PA(Pecandu Aksara), bukanji tawwa pecandu miras nah, hehhehe..sungguh malam ini begitu berat, rasa malas penguasa namun disisi lain, telah kusepakati jauh hari dengan teman-teman. " ayolah neng manis, belajarlah untuk menepati janji" hahhahah gumamku untuk menyemangati diri sendiri.

Sebelum bergegas, kupastikan telebih dahulu membuka group di line, apa benar teman-teman sudah di sana, biasanya hujan- hhujan begini sifat malas pada adem membuntuti sifat manusia. what? mata tertuju pada info om Fahri sang pengendali group dan andalan di komunitas PA( Pecandu Aksara)
" teman-teman segera merapat di cafe Aldina, beberapa teman sudah hadir dan pemateripun sudah tiba di tempat".  jiahhh keren juga ini pemateri, baru kali ini saya mengikuti kegiatan pemateri tepat waktu, apalagi ini musim hujan loh, wahh bolelah. 

Sesegera mungkin kuselesaikan jejakku di peraduan,semangatku membombastis untuk segera merapat di cafe Aldina, jujur saja hal yang pertama untuk ke sana bukan karena ingin menjadi pendengar setia dari tema kegiatan teman-teman kali ini" How To Write Creative Content Blog with OPPA LEBUG" membacanya saja saya sudah pusing, kenapa sih harus ala ala English? Bahasa Indonesia juga bisa kali, hehehe tapi mungkin lebih kekinian kalau menggunakan Bahasa inggris  kali yahh. tapi yang menarik perhatian saya nama dari pemater ini, "OPPA LEBUG" . Oppa dalam bahasa korea " kakak" kalau " LEBUG" saya terjemahkan  sendiri dalam bahasa bugis tapi huruf G dihilangkan artinya BUNDAR jadi kalau disambung kakak bundar heheheh.

Saya sepakat menamainya kakak Bundar,unik yaa? kusegerakan melajukan kimchi dengan sedikit Rossi agar tidak terlambat, meretas hujan ditelanjangi dingin sungguh perjuangan yang cukup romantis. pukul 19.30 saya sudah tiba di tempat ternyata melaju seperti Rossi sayapun sudah terlambat, acaranya sudah dimulai, nampak dari luar seorang lelaki buncit berdiri sesekali kulihat bibirnya yang sedikt tebal berkomat kamit.. hehehhe 

Sebelum masuk di cafe bergabung bersama teman yang lain kupandangi kostumku, kayaknya saya yg paling Cummala. Kata Cummala biasanya identik digunakan orang Makassar yang artinya Jelek" karena tidak PD( percaya diri) tapi lebih keren kalau disingkat..hhahaha, tak menunggu lagi, saya hubungi Adalan di komunitas Pecandu Aksara" untuk menjemput diluar,, tak cukup beberapa menit om Fahri sudah keluar dan menuntun saya masuk bergabung dengan yang lain.

Tiada diksi seindah suguhan senyuman Kakak Bundar ini ( OPPA LEBUG), diringi dengan melodi dentingan hujan sungguh saya terpesona, bukan rupanya yang membuat saya terpesona kulihat keramahan di bola mata yang tidak bolla juga tidak sipit. sepasang mataku tak berkedip memandanginya, ajepp ini Kakak satu, style sederhana tapi jenius, salut dah. saya belum lebih jauh mendengarkan bincang-bincang dari kaka bundar ini tapi kejeniusannya sudah nampak dari tutur katanya.

Blogging Class ( kelas Blog) cie pintarma tawwa Bahasa Inggris bisama terjemahkan we, hehehe padahal adaji tawwa ngikut terjemahannya, ya sudalah kita lupakan soal diriku yang nyaris tidak tahu Bahasa Inggris.  kulihat teman-teman pada serius menyimak materi kaka Bundar ( OPPA LEBUG) tetapi saya asik memperhatikan kostum yang kaka Bundar
( OPPA lEBUG) yang iya kenakan malam itu,  rambut gimbal, Bap rasta, kemeja kotak-kotak tapi nampaknya sudah lusuh ditambah perut sdikit buncit dengan sepasang gelang yang cukup menarik perhatianku, witz keren sederhana tapi menawan, tapi yang paling menawan jari jari tangan  Kakak Bundar ( OPPA LEBUG) gemulainya, lentiknya dan kukunya yang bersih menunjukkan dia orang yang bersih. 

kakak Bundar (OPPA LEBUG) saya tidak bercitra banyak tentang beliau sebab pas perkenalan saya terlamabat. suasana makin syahdu diselingi gelitikan kaka Bundar dan teman-teman, teryata tak ada usaha yang menghianati hasil, Alauddin - Perintis, hujan deras membuahkan hasil bertemu dengan orang-orang baru, mendapatkan ilmu yang bermanfaat. kehadiran Kaka Bundar ( OPPA Lebug ) malam itu kembali membangungkan ide yang selam ini hanya sekedar khayalan. 

Terimakasih  Kakak Bundar ( OPPA LEBUG)  berkenan berbagi ilmu bersama kami teman-teman PA(Pecandu Aksara) semoga dilain waktu kita dipertemukan kembali, dan itu telah kuultimatumkan dalam diriku, aku harus menemuimu kembali. Maafkan andikmu jika lancang menamaimu Kaka Bundar, hehehe



http://imma-irma.blogspot.com/2016/10/immairma-blogspotcoid-bundala.html?spref=f

                                                                                      BUNDALA
Sabtu sore dengan dentingan rinai-rinai hujan mengalun begitu syahdu, aku seperti dininabobokan sampai lupa jam menunjukkan pukul 18.30 rupanya saya sudah meng iyakan malam ini untuk hadir di kegiatan teman-teman PA(Pecandu Aksara), bukanji tawwa pecandu miras nah, hehhehe..sungguh malam ini begitu berat, rasa malas penguasa namun disisi lain, telah kusepakati jauh hari dengan teman-teman. " ayolah neng manis, belajarlah untuk menepati janji" hahhahah gumamku untuk menyemangati diri sendiri.

Sebelum bergegas, kupastikan telebih dahulu membuka group di line, apa benar teman-teman sudah di sana, biasanya hujan- hhujan begini sifat malas pada adem membuntuti sifat manusia. what? mata tertuju pada info om Fahri sang pengendali group dan andalan di komunitas PA( Pecandu Aksara)
" teman-teman segera merapat di cafe Aldina, beberapa teman sudah hadir dan pemateripun sudah tiba di tempat".  jiahhh keren juga ini pemateri, baru kali ini saya mengikuti kegiatan pemateri tepat waktu, apalagi ini musim hujan loh, wahh bolelah. 

Sesegera mungkin kuselesaikan jejakku di peraduan,semangatku membombastis untuk segera merapat di cafe Aldina, jujur saja hal yang pertama untuk ke sana bukan karena ingin menjadi pendengar setia dari tema kegiatan teman-teman kali ini" How To Write Creative Content Blog with OPPA LEBUG" membacanya saja saya sudah pusing, kenapa sih harus ala ala English? Bahasa Indonesia juga bisa kali, hehehe tapi mungkin lebih kekinian kalau menggunakan Bahasa inggris  kali yahh. tapi yang menarik perhatian saya nama dari pemater ini, "OPPA LEBUG" . Oppa dalam bahasa korea " kakak" kalau " LEBUG" saya terjemahkan  sendiri dalam bahasa bugis tapi huruf G dihilangkan artinya BUNDAR jadi kalau disambung kakak bundar heheheh.

Saya sepakat menamainya kakak Bundar,unik yaa? kusegerakan melajukan kimchi dengan sedikit Rossi agar tidak terlambat, meretas hujan ditelanjangi dingin sungguh perjuangan yang cukup romantis. pukul 19.30 saya sudah tiba di tempat ternyata melaju seperti Rossi sayapun sudah terlambat, acaranya sudah dimulai, nampak dari luar seorang lelaki buncit berdiri sesekali kulihat bibirnya yang sedikt tebal berkomat kamit.. hehehhe 

Sebelum masuk di cafe bergabung bersama teman yang lain kupandangi kostumku, kayaknya saya yg paling Cummala. Kata Cummala biasanya identik digunakan orang Makassar yang artinya Jelek" karena tidak PD( percaya diri) tapi lebih keren kalau disingkat..hhahaha, tak menunggu lagi, saya hubungi Adalan di komunitas Pecandu Aksara" untuk menjemput diluar,, tak cukup beberapa menit om Fahri sudah keluar dan menuntun saya masuk bergabung dengan yang lain.

Tiada diksi seindah suguhan senyuman Kakak Bundar ini ( OPPA LEBUG), diringi dengan melodi dentingan hujan sungguh saya terpesona, bukan rupanya yang membuat saya terpesona kulihat keramahan di bola mata yang tidak bolla juga tidak sipit. sepasang mataku tak berkedip memandanginya, ajepp ini Kakak satu, style sederhana tapi jenius, salut dah. saya belum lebih jauh mendengarkan bincang-bincang dari kaka bundar ini tapi kejeniusannya sudah nampak dari tutur katanya.

Blogging Class ( kelas Blog) cie pintarma tawwa Bahasa Inggris bisama terjemahkan we, hehehe padahal adaji tawwa ngikut terjemahannya, ya sudalah kita lupakan soal diriku yang nyaris tidak tahu Bahasa Inggris.  kulihat teman-teman pada serius menyimak materi kaka Bundar ( OPPA LEBUG) tetapi saya asik memperhatikan kostum yang kaka Bundar
( OPPA lEBUG) yang iya kenakan malam itu,  rambut gimbal, Bap rasta, kemeja kotak-kotak tapi nampaknya sudah lusuh ditambah perut sdikit buncit dengan sepasang gelang yang cukup menarik perhatianku, witz keren sederhana tapi menawan, tapi yang paling menawan jari jari tangan  Kakak Bundar ( OPPA LEBUG) gemulainya, lentiknya dan kukunya yang bersih menunjukkan dia orang yang bersih. 

kakak Bundar (OPPA LEBUG) saya tidak bercitra banyak tentang beliau sebab pas perkenalan saya terlamabat. suasana makin syahdu diselingi gelitikan kaka Bundar dan teman-teman, teryata tak ada usaha yang menghianati hasil, Alauddin - Perintis, hujan deras membuahkan hasil bertemu dengan orang-orang baru, mendapatkan ilmu yang bermanfaat. kehadiran Kaka Bundar ( OPPA Lebug ) malam itu kembali membangungkan ide yang selam ini hanya sekedar khayalan. 

Terimakasih  Kakak Bundar ( OPPA LEBUG)  berkenan berbagi ilmu bersama kami teman-teman PA(Pecandu Aksara) semoga dilain waktu kita dipertemukan kembali, dan itu telah kuultimatumkan dalam diriku, aku harus menemuimu kembali. Maafkan andikmu jika lancang menamaimu Kaka Bundar, hehehe