Minggu, 19 Juni 2016

Senandung Ramadan di Langit Kota Daeng


ilustrasi, sumber: www.berbagipuisi.com
Ramadan, ada damai dalam pelukan sang khalik, kedatanganmu selalu dinanti untuk jiwa-jiwa penghuni surga. Tiada diksi seindah bulan yang sekali setahun engkau sugukan, sungguh indah bulan penuh pengampunan, bulan penuh rahmat. Aku menitikan air mata di puncak rumah tua di bawah langit Kota Daeng, meleburkan diri dengan malam tanpa siapa pun, jemariku mengajak bernostalgia di ritme imajinasi liar, yang terlintas tentang Ramadanku, bulan di mana dosa-dosa akan di ampuni bagi mereka yang bertaubat.


Ahhh.. sungguh nikmat bagi mereka yang khusyuk menyambutnya. Malam kian larut jam pada Handphone ku menunjukkan pukul 23.30 Wita.

Tapi aku masih betah di puncak rumah tua ini, tiada kebisingan, kemunafikan dan pelakon dusta, ramdan seminggu lagi tetapi nuansa dan kelembutan langit malam ini begitu kental serasa melodi sang kekasih abadi telah menyatu ketika tarwih sedang ditunaikan..

Imajinasiku makin menjadi ketika mataku menyelinap ruang bulan di atas langit sana, ada rindu yang belum ku tuntaskan kepada wanita dan lelakiku "Ibu dan Ayahku" ada senyuman yang belum kuhadiahkan untuknya. Ada pinta yang ingin kudamaikan kepada kekasih abadiku. Semoga senandung ramadan kali ini, aku menunaikan senyuman bangga untuknya, jagalah dia sebab tiada kuasaku tanpa kehendakmu..

BPH (Bumi Permata Hijau), 28 Mei 2016, Pukul : 23.15 ( Bumi 21)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar